Berikut Kondisi yang Beresiko Terhadap Kanker Jenis Multiple Myeloma

Penyakit yang menyerang tubuh seseorang yang di bilang sebagai jenis penyakit ganas atau tidak tentu saja tetap memiliki resiko yang berbahaya untuk kesehatan dan keselamatan tubuh seseorang. Ada jenis penyakit yang memang terbilang ganas dan mampu untuk mengancam keselamatan dari penderitanya mengingat bahwa jenis penyakit ini yang memang bisa menjalar ke berbagai organ tubuh lainnya sehingga harus mendapatkan penanganan yang tepat, yaitu penyakit jenis kanker. Untuk jenis penyakit kanker sendiri juga memiliki beberapa nama penyakit dan diantara jenis penyakit tersebut adalah Multiple Myeloma yang merupakan jenis penyakit kanker yang tentu berbahaya juga untuk keselamatan penderitanya.

Untuk penyakit jenis kanker memang terbilang merupakan salah satu jenis penyakit yang menjadi penyebab terbanyak dalam kasus meninggal di seluruh dunia dari sisi kesehatan. Hal tersebut tentu saja jenis penyakit ini memang ditakuti oleh semua orang dan tentu saja berusaha untuk di hindari dan di cegah dengan mengurangi mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan mulai untuk rajin berolahraga. Kondisi tubuh yang sehat dengan asupan makanan yang bergizi di tambah dengan pola dan gaya hidup yang sehat tentu saja akan membuat penyakit seperti kanker juga tidak akan mudah untuk menyerang tubuh.

Jenis penyakit kanker yang satu ini memang merupakan jenis yang akan menyerang pada jaringan sel plasma yang nantinya akan mengganggu sel darah putih di dalam tubuh yang tepatnya berada pada bagian sumsum tulang dari penderita kanker tersebut. Kondisi tersebut tentu saja bisa terjadi dan menyerang tubuh seseorang karena adanya beberapa faktor yang bisa membuat seseorang memiliki resiko yang lebih mudah untuk terserang penyakit ini atau penyakit lainnya. Berikut ini adalah resiko yang bisa di hadapi oleh orang-orang terhadap jenis penyakit kanker ini antara lain sebagai berikut ini:

  • Usia. Pada umumnya orang-orang yang lebih mudah terserang penyakit ini adalah pada pertengahan usia 60 tahun, yang mana kondisi tubuh yang semakin tua akan semakin mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuh yang semakin menurun.
  • Jenis Kelamin. Untuk penderita yang banyak terserang jenis penyakit satu ini adalah laki-laki.
  • Mengalami masalah dengan berat badan atau obesitas.
  • Menderita MGUS.
  • Ras. Jenis penyakit ini memang lebih banyak menyerang orang-orang yang kecenderungan memiliki kulit yang berwarna hitam.
  • Keturunan dari riwayat adanya anggota keluarga yang lain yang menderita penyakit yang satu ini.

Menjaga diri dengan baik agar tidak terserang berbagai macam penyakit yang sekarang ini memang sedang sangat meluas di belahan dunia tentu saja harus di mulai dari kemauan Anda untuk bisa menjadi sosok yang sehat. Untuk bisa membuat tubuh sehat tentu saja dengan berolahraga yang bisa untuk Anda lakukan di rumah agar bisa tetap membuat tubuh bergerak dan berkeringat yang akan membuat kesehatan Anda juga terjaga dengan baik selain di dukung dengan asupan makanan yang sehat dan mengkonsumsi vitamin yang baik untuk imun tubuh.

Multiple Myeloma yang bisa untuk menjadi satu perhatian juga untuk semua orang mengenai jenis penyakit kanker satu ini yang tentu saja juga harus bisa untuk di dapatkan perawatan yang terbaik agar nantinya bisa di bantu proses pengobatan terbaik dan tepat sehingga bisa sembuh dengan baik dan akan memiliki tubuh yang sehat kembali dengan menjalani hidup yang sehat.

Mengobati Batu Ginjal Secara Medis

Batu ginjal, adalah massa padat yang terbuat dari kristal. Batu ginjal biasanya berasal dari ginjal Anda. Namun, mereka dapat berkembang di mana saja bersama dengan saluran kemih Anda, yang terdiri dari bagian-bagian ini : ginjal, ureter, kandung kemih. Batu ginjal adalah salah satu kondisi medis yang paling menyakitkan. Penyebab batu ginjal bervariasi sesuai dengan jenis batu dan cara mengobati batu ginjal juga beragam.

Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti bahwa Anda memiliki batu ginjal adalah menemui dokter sehingga ia dapat membuat diagnosis. Tidak bisa nyaman berdiri, duduk, atau berbaring, mual dan sakit parah di perut Anda, perhatikan darah di urin Anda, susah buang air kecil adalah tanda – tanda yang mungkin Anda alami. Bersiaplah untuk menggambarkan. Anda mungkin ingin menuliskannya, bersama dengan daftar obat-obatan dan vitamin dan suplemen yang Anda gunakan.

Anda juga harus mencoba melacak berapa banyak Anda minum dan buang air kecil dalam periode 24 jam. Jika dokter Anda mengira Anda menderita batu ginjal, ia dapat melakukan satu atau lebih tes. Sebelum Anda memilih cara mengobati batu ginjal, Anda mungkin harus menjalani tes dan prosedur diagnostik, seperti:

  1. Tes darah.

Tes darah dapat mengungkapkan terlalu banyak kalsium atau asam urat dalam darah Anda. Hasil tes darah membantu memantau kesehatan ginjal Anda dan dapat mengarahkan dokter Anda untuk memeriksa kondisi medis lainnya.

  1. Tes urin.

Tes pengumpulan urin 24 jam mungkin menunjukkan bahwa Anda mengeluarkan terlalu banyak mineral pembentuk batu atau terlalu sedikit zat pencegah batu. Untuk tes ini, dokterdapat meminta Anda melakukan dua pengumpulan urin selama dua hari berturut-turut.

  1. Imaging

Tes pencitraan dapat menunjukkan batu ginjal di saluran kemih Anda. Pilihannya beragam, mulai dari rontgen perut sederhana, yang dapat melewatkan batu ginjal kecil, hingga tomografi terkomputerisasi berkecepatan tinggi atau energi ganda (CT) yang dapat mengungkapkan batu kecil sekalipun.

Pilihan pencitraan lain termasuk USG, tes non-invasif, dan urografi intravena, yang melibatkan menyuntikkan pewarna ke dalam vena lengan dan mengambil sinar-X (pielogram intravena) atau mendapatkan gambar CT (urogram CT) saat pewarna bergerak melalui ginjal dan kandung kemih.

  1. Analisis batu yang dilewati

Anda mungkin diminta buang air kecil melalui saringan untuk menangkap batu yang Anda keluarkan. Analisis laboratorium akan mengungkapkan susunan batu ginjal Anda. Dokter menggunakan informasi ini untuk menentukan apa yang menyebabkan batu ginjal Anda dan membentuk rencana untuk mencegah lebih banyak batu ginjal.

  1. Rays

Tes ini dapat menemukan beberapa batu, tetapi yang kecil mungkin tidak muncul.

  1. CT scan

Jenis pemindaian yang lebih mendalam disebut computed tomography, atau CT scan. CT scan adalah jenis sinar-X khusus. Peralatan mengambil gambar dari beberapa sudut. Komputer kemudian menempatkan semua sinar-X, yang disebut “irisan,” bersama-sama menjadi gambar yang lebih rinci daripada yang bisa diberikan sinar-X standar. CT scan sering digunakan dalam keadaan darurat, karena memberikan gambar yang jelas dan cepat untuk membantu dokter membuat diagnosis cepat.

  1. Ultrasonografi

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar bagian dalam Anda. Jika Anda memiliki batu ginjal, tes ini dapat membantu memberi tahu dokter Anda seberapa besar dan persis di mana letaknya. Anda tidak perlu melakukan apa pun untuk mempersiapkan tes pencitraan. Anda mungkin diminta minum lebih banyak cairan untuk membantu mengeluarkan batu.

  1. Tes darah

Tes ini dapat membantu mengetahui apakah Anda memiliki terlalu banyak zat tertentu dalam darah Anda, seperti asam urat atau kalsium, yang dapat menyebabkan batu terbentuk.

  1. Tes urin

Tes ini dapat mendeteksi mineral pembentuk batu di kencing Anda atau mencari tahu apakah Anda kekurangan zat yang membantu menghentikan pembentukannya. Anda mungkin mengumpulkan sampel urin selama satu atau dua hari.

Cara Mengobati Batu Ginjal sangat bervariasi, tergantung pada jenis batu dan penyebabnya. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih pengobatan medis apa yang tepat untuk mengobatu batu ginjal yang sedang Anda derita.

Sumber :

www.healthline.com

www.mayoclinic.org

Berbahaya! Inilah Penyebab Keputihan Menggumpal

Sebenarnya, keputihan menjadi hal wajar bagi para wanita yang sudah mengalami menstruasi. Namun, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa keputihan berbahaya, seperti menimbulkan bau tidak sedap, rasa gatal dan berwarna. Namun, bagaimana dengan penyebab keputihan menggumpal?

  1. Muncul saat Akhir Haid

Keputihan menggumpal biasanya dialami kebanyakan orang setelah haid berakhir. Gumpalan ini berwarna putih dan bening, tidak berbau dan tidak disertai gatal. Apabila keputihan yang Anda alami menunjukkan tanda tersebut, maka bisa dikatakan jika keputihan masih wajar dan tidak memerlukan pengobatan apa pun.

Normalnya, mulut rahim dan dinding vagina memiliki kelenjar untuk menghasilkan cairan. Kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh cenderung rendah saat akhir haid sehingga produksi cairan vagina cenderung menggumpal dan sangat kental, seperti yang mungkin Anda alami selama ini.

  1. Vaginosis Bakteri

Penyebab keputihan menggumpal lainnya adalah karena infeksi bakteri Gardnerella vaginalis. Sebenarnya, bakteri sudah ada di vagina namun dalam kadar yang normal dan ada batasannya. Jika jumlah bakteri dalam vagina terlalu banyak maka dapat menyebabkan infeksi yang akhirnya menghasilkan keputihan yang menggumpal.

Penyakit ini disebut vaginosis bakteri. Gejala utamanya bukan hanya keputihan yang menggumpal, tapi juga keputihan menghasilkan bau amis dan menyengat di vagina. Bau menyengat ini akan semakin tercium apabila Anda melakukan hubungan intim. Untuk itu, segera lakukan pemeriksaan untuk penanganan yang lebih tepat.

  1. Kandidiasis Vagina

Keputihan menggumpal juga bisa disebabkan oleh adanya kandidiasis vagina akibat infeksi jamur Candida sp. Selain keputihan menggumpal berwarna putih seperti remah-remah keju, biasanya juga muncul rasa gatal di dalam ataupun di daerah vagina yang membuat kita ingin menggaruk-garuknya hingga terkadang terasa perih.

Penderita diabetes, obesitas dan wanita lanjut usia memiliki risiko yang lebih besar mengalami keputihan menggumpal akibat infeksi jamur Candida cp. Oleh karena itu, dibutuhkan obat antijamur dalam mengatasi gejala yang muncul. Biasanya, obat yang diberikan dalam bentuk tablet karena lebih mudah dikonsumsi.

  1. Gonore dan Klamidia

Gonore dan klamidia termasuk dua penyakit kelamin yang sering terjadi dan bisa mengakibatkan keputihan. Keputihan yang terjadi bukanlah keputihan normal, melainkan keputihan yang menimbulkan bau tidak sedap, berwarna dan terkadang volume cairan keputihan pun meningkat, mungkin cair atau mungkin menggumpal.

Namun, yang perlu dijadikan catatan adalah banyak kasus gonore dan klamidia yang tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga banyak penderitanya yang tidak menyadari jika mereka mengalami penyakit kelamin ini. Banyak kasus di mana penyakit ini baru terdeteksi setelah gejalanya semakin parah.

Itulah tadi informasi mengenai penyebab keputihan yang menggumpal seperti keju. Ada baiknya jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya sehingga diketahui penanganan yang tepat. Untuk informasi lebih lengkap dan bermanfaat lainnya, Anda bisa mengunjungi parenting.orami.co.id.

Introspeksi Diri, Mungkin Anda Mengalami 5 Gejala Kleptomania Ini

Mencuri pada dasarnya merupakan sebuah tindakan kriminal dan juga penyakit sosial di tengah-tengah masyarakat. Namun faktanya sendiri ada banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan seseorang tersebut harus mencuri, bukan hanya kebutuhan ekonomi, melainkan ada juga diantaranya yang termasuk dalam gangguan psikis. Jika seandainya mereka bisa mencuri sebuah barang yang diinginkan tersebut maka akan merasakan kepuasan tersendiri, meskipun pada dasarnya itu adalah barang yang sangat sederhana dan bahkan mungkin mereka bisa membelinya sendiri. kondisi tersebut dinamakan sebagai kleptomania.

Yaitu sesudah kondisi yang tergolong dalam gangguan kendali implusif, sehingga seseorang tidak dapat menahan diri untuk mencuri ataupun juga mengutil. Pada dasarnya memang tidak semua orang mengalami gangguan tersebut. Namun sering kali membuat penderitanya akan mengalami gangguan secara emosional, jadi tidak jarang juga diantaranya yang malu untuk melakukan pengobatan. Biasanya hal ini mulai terbentuk pada saat mereka memasuki usia remaja dan juga dewasa. Bahkan tidak jarang aksinya dilakukan di tempat umum.

Kondisi kleptomania ini umumnya dapat dikenali dari beberapa gejalanya, berikut ini yang hendaknya harus Anda waspadai, yaitu:

  1. Tidak mampu menahan dorongan untuk mencuri, jika orang normal pada umumnya akan dengan mudah mengendalikan diri jika seandainya ingin melakukan tindakan kriminal semacam ini, karena sudah pasti akan mempertimbangkan baik buruknya, maka seseorang dengan gangguan psikis ini akan sangat kesulitan di dalam mengendalikan dorongan yang muncul saat ingin mencuri. Karena barang tersebut tampak lucu atau unik maka mereka sudah pasti akan langsung mencurinya.
  2. Merasa puas setelah mencuri barang yang diinginkan, pada saat sebelum melakukan aksinya, memang mereka dengan gangguan semacam ini akan diselimuti oleh perasaan cemas atau juga takut, hanya saja setelah berhasil menjalankan atau melancarkan aksinya tersebut, maka ada rasa yang sangat puas hingga melambung-lambung. Umumnya rasa sakit atau cemas yang terjadi sebelum mencuci tersebut juga tidak akan berlangsung lama, karena mereka tetap akan melakukan pencurian tersebut.
  3. Terjadi secara spontan, mereka yang mengalami gangguan ini juga secara tidak sadar melakukan tindakan tersebut. Karena memang hal tersebut bisa muncul secara tidak terduga, saat melihat barang yang tampak unik dan menarik perhatian mereka nantinya akan langsung menjalankan aksinya tanpa berpikir dua kali, bahkan meskipun hal tersebut dilakukan di tempat umum dan beresiko tinggi jika seandainya ketahuan.
  4. Dorongan untuk mencuri akan kembali lagi, meskipun penderitanya sudah sadar bahwa tindakan yang dilakukannya tersebut tidak baik dan ingin menjadi normal, namun kondisi atau dorongan untuk bisa mencuri tersebut nantinya juga akan kembali datang lagi di kemudian hari, mereka juga akan dengan santai melancarkan aksinya, bahkan jika seandainya sudah menjadi kebiasaan akan jauh lebih mudah untuk dilakukan.
  5. Hal ini tidak dilakukan karena ingin balas dendam, tindakan pencurian yang dilakukan memang bisa terjadi dimana saja, tanpa mengenal siapa korbannya dan juga waktu, bahkan pada orang yang tidak dikenal sekalipun sangat mungkin bagi mereka untuk mencuri. Jadi sebenarnya tidak ada maksud untuk balas dendam pada seseorang.

Waspadai karena mungkin kecenderungan kleptomania tersebut juga bisa terjadi pada diri Anda sendiri atau orang-orang yang ada di sekitar Anda. Sebenarnya gangguan tersebut tetap bisa diobati, diantaranya adalah dengan melakukan konsultasi pada psikiater, sehingga jangan takut untuk berobat agar sembuh.